Sampeyan sudah tahu surganya Semarang di kala malam?

Sepertinya wisata malam di Kota Semarang memang tak ada habis-habisnya. Mulai sekadar nongkrong menikmati jamu minuman fenomenal Cong Yang, hingga layanan pijat capek. Ada yang melayani pelanggan lelaki maupun perempuan. Tapi ada juga yang khususon untuk melayani para lelaki.

Mari berbagi pengalaman soal wisata malam di Kota Semarang Lur. Banyak aneka ragam fasilitas yang diberikan di berbagai tempat pijat. Artinya, satu tempat pijat akan berbeda fasilitas maupun konsep layanan. Tentu saja soal harga. Baik pijat refleksi kaki, pijat tradisional Jawa, pijat tradisional Jepang, dan lain-lain.

Jangan berpikir ‘ngeres’ dulu, karena enggak semua tempat pijat melayani servis yang ‘gitu-gitu’. Yang murni banyak Gan, tapi yang ‘hollywood’ tentu saja juga banyak. Bahkan pijat yang berkonsep syariah juga ada. Jangan kira hanya perbankan saja yang memakai istilah syariah. Pijat syariah, karaoke syariah pun demikian. Mungkin nanti juga ada Kimcil Syariah heuheu…..

Yang ‘syariah’, biasanya, pelanggan diminta memilih terapis pria atau terapis wanita. Jika pelanggannya pria relegius alias takut disentuh kulit wanita, bisa juga memesan terapis pria. Sebaliknya, pelanggan wanita yang risih dengan tangan terapis pria, bisa memilih terapis wanita. Manggilnya ‘akhi’ dan ukhti’. Jelas, No plus-plus kecuali terpaksa kwkwkw.

Selain yang syar’i, tentu saja yang ‘Las Vegas’ juga banyak. Bukan di Lokalisasi Sunan Kuning lho. Kalau itu mah lapangan tembak namanya Lur. Kali ini yang ingin saya ceritakan khusus tempat pijat dan karaoke yang ada di Jalan Kelud Semarang. Lokasinya tersembunyi Lur. Kiri jalan kalau dari arah kantor PDAM (arah utara).

Lokasinya menempati gedung agak kuno. Parkirnya di dalam, sehingga dari luar terlihat sepi. Kalau orang yang nggak pernah ke situ, dipastikan nggak bakalan tahu. Begitu sudah parkir di dalam, ada penunjuk arah melewati lorong-lorong. Kemudian naik di lantai dua. Sesampai di lantai dua, akan bertemu resepsionis cantik. Setelah memesan dan diminta memilih foto terapis, nanti diarahkan melewati lorong-lorong menuju bilik pijat.
Tapi lokasi ini sudah banyak diketahui oleh kebanyakan sopir taksi dan pelayan hotel kok. Sebab, sopir taksi dan pelayan hotel adalah dua profesi yang seringkali nyambi menjadi gaet wisata. Termasuk wisata malam seperti ini.

Apa yang unik di tempat pijat ini? Sabar, sabar, sabar. Sebenarnya karaoke-nya standar dan biasa seperti karaoke lainnya. Tetapi yang unik adalah konsep fasilitas layanan di tempat pijatnya. Para terapisnya yang cewek-cewek itu diseleksi ketat soal penampilan. Hampir semua cewek terapisnya masih muda dan kinyis-kinyis. Rata-rata berusia di bawah 23 tahun. Paling muda 17 tahun.

Sengaja dibikin kompak pakai rok mini  tipis dan transparan. Tapi pengusahanya melarang ‘plus-plus’ di bilik. Aturannya memang tidak boleh. Ada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dijalankan bagi terapis di situ.

Pertama, pelanggan diberikan handuk dan diminta melepas pakaian dan celana hingga telanjang bulat. Kedua, bagian ‘terlarang’ aturannya harus tertutup handuk. Baik pijat bagian depan maupun belakang. Ketiga, setelah kurang lebih 60 menit, di penutup pijat pelanggan akan ditawari apakah berkenan ‘diservis knalpot’ atau tidak. No plus-plus, no kuda-kudaan. Hanya servis knalpot bagian dari pelayanan untuk memuaskan pelanggan.

Kalau iya, yasudah…., kalau enggak yang enggak…, jangan iya yang enggak-enggak…, hanya dibutuhkan merogoh kocek Rp 90 ribu. Biasanya, ada tips minimal Rp 50 ribu untuk terapis.

Pengalamanmu seperti apa, Lur? (Jbl/bangjo.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here