SEMARANGAN – Sebanyak 10 anggota polisi Polrestabes Semarang diganjar sanksi berat yakni Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias dipecat. Para oknum tersebut dinyatakan tidak layak menjadi anggota polisi karena melakukan berbagai macam pelanggaran pidana berat dalam kurun waktu 2014 hingga 2015.

Selain itu, selama 2105, sebanyak 53 anggota polisi lainnya diberikan sanksi disiplin. Pada 2014, sebanyak 60 anggota polisi melakukan pelanggaran disiplin. Sedangkan untuk pelanggaran Kode Etik Profesi (KEP), tahun 2014 ada 10 oknum dan 2015 ada 8 oknum polisi. “Rata-rata didominasi oleh polisi laki-laki,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin, saat menyampaikan Analisa dan Evaluasi (Anev) di Mapolrestabes Semarang, Kamis (31/12/2015).

Dikatakan Burhanudin, pihaknya menyatakan tidak pandang bulu untuk melakukan tindakan tegas kepada anggota polisi di jajarannya yang melakukan pelanggaran. Baik pelanggaran disiplin, kode etik profesi, terlebih jika terlibat tindak pidana.

Para anggota oknum tersebut melakukan pelanggaran disiplin beragam. Mulai meninggalkan tugas selama 10 hingga 12 hari atau di bawah 30 hari, terlibat pungutan liar (pungli), hingga tersandung masalah wanita idaman lain (WIL). “Sedangkan pelanggaran kode etik profesi akibat terjerat kasus narkoba, atau meninggalkan tugas selama 30 hari lebih,” terangnya.

Burhanudin menjelaskan, berdasarkan hasil Anev, jumlah kejahatan mengalami penurunan. Pada 2014 terjadi 3.505 kasus, sedangkan pada 2015
menjadi 2.675 kasus. “Tingkat penyelesaiannya, tahun 2014, sebanyak 1.293 kasus bisa diselesaikan, sedangkan 2015 sebanyak 1.127 kasus bisa diselesaikan,” terangnya.

Burhanudin menegaskan, dari kesekian kejahatan, tingkat pengungkapan paling sedikit adalah kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).
Sedangkan kasus yang memiliki tingkat kesulitan tinggi selama pengungkapan, adalah kasus tindak pidana penipuan.

Selama 2014 terjadi 458 kasus penipuan dengan jumlah pengungkapan 111 kasus. Sedangkan 2015 ada sebanyak 2017 kasus penipuan dan bisa diselesaikan 71 kasus. “Kasus penipuan yang rata-rata belum terungkap adalah kasus penipuan online,” imbuhnya.

Sedangkan kasus pembunuhan, tim Polrestabes Semarang mengeklaim berhasil mengungkap 10 kasus. Itu termasuk kasus pembunuhan di tahun sebelumnya. Selama 2014, terjadi 10 kasus pembunuhan, berhasil diungkap 8 kasus. Sedangkan tahun 2015 ada 4 kasus pembunuhan dengan jumlah pengungkapan 10 kasus (ditambah kasus pembunuhan tahun sebelumnya yang berhasil terungkap di 2015). (bangjoco-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here