Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo selalu punya banyak cara untuk meredam polemik pembangunan pabrik semen milik PT Semen Indonesia (persero) Tbk di Kabupaten Rembang. Kubu pro dan kontra, kelompok yang mendukung dan menolak pembangunan pabrik semen ini berusaha ‘didinginkan’ dengan keputusan-keputusan yang bersifat mendadak.

Senin (16/1) malam, Ganjar mengeluarkan satu Keputusan Gubernur, dengan resmi mencabut Izin Lingkungan pembangunan pabrik semen di Rembang tersebut. Keputusan pria berambut putih ini dibumbui argumen-argumen yang secara sekilas ‘ngadem-adem’ kepala massa yang menolak pabrik semen.

Terutama kelompok Jaringan Masyarakat Peduli Kendeng (JMPK) yang hampir sebulan ini nongkrong di depan kantor Gubernur Jateng, sambil nenteng spanduk berisi tulisan ‘cabut izin lingkungan pabrik semen’.

Dikatakan Ganjar, pencabutan izin tersebut merupakan tindak lanjut dari putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung (MA) yang dirilis Oktober 2016 silam. “Sudah saya cabut Senin kemarin lewat Keputusan Gubernur,” ucapnya.

Tapi keputusan ini juga memberi kesempatan bagi pihak PT Semen Indonesia (persero) Tbk untuk membenahi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), serta Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan lingkungan (RPL). “Sekarang terserah Semen Indonesia. Kalau mau lanjut, ya dibenahi dulu dokumen-dokumennya,” tegasnya.

Tapi perlu diingat, ada beberapa tingkatan utama dalam memenangkan perang, yakni Strategi, Kampanye, dan Taktik. Siapa terkecoh, dialah pihak yang bakal gigit jari. (DS/bangjo.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here