KEBUMEN – Teror bom di Pos Polisi depan Gedung Sarinah-Starbucks, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016 lalu masih terngiang-ngiang. Kali ini ancaman teror menghantui Pos Polisi Lalu-Lintas Karanganyar Kebumen, Jawa Tengah.

Ancaman tersebut dikirim melalui short message service (SMS), berisi informasi akan ada sekelompok anak muda bersenjata lengkap. Pemantik ancaman tersebut diduga karena aparat polisi di Pospol Karanganyar tersebut kerap melakukan tilang alias operasi ilegal.

Tentu saja, ancaman tersebut membuat sejumlah polisi di daerah tersebut was-was dan resah. Ancaman tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Kebumen sebelum akhir diusut oleh tim Reserse Kriminal Polres Kebumen.

Setelah diusut secara manual dan menggunakan perangkat Informasi Teknologi (IT), tim Reskrim Polres Kebumen berhasil meringkus seorang pria bernama Markus Daryanto alias Yoyo (44), warga Karanganyar RT 2 RW 1 Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

“Dia sehari-hari bekerja sebagai pedagang ikan cupang di Alun alun Karang Anyar,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kebumen, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Willy Budiyanto, kepada Bangjoco, Rabu (20/1/2016).

Dijelaskannya, SMS teror berupa ancaman tersebut diterima oleh Kepala Pos Polisi Lantas Karang Anyar Aiptu Tunjang Rasito pada hari Rabu, 13 Januari 2016, pukul 11.00. Pengirim menggunakan nomor 083863605667. Isi SMS tersebut adalah “Pemberitahuan ada sekelompok anak muda senjata lengkap siap memberantas polisi lantas karanganyar soalnya kerap operasi ilegal, hati-hati namamu tercampur,”

SMS yang lain berbunyi: “Sekali lagi anda muter sampai nilang lagi aku habiskan? kamu ingat polisi lagi jaga di purworjo ditembak orang dikenal. Apa pak tunjang ingin menyusul ini sudah kusiapkan pak?!”

Atas laporan tersebut, tim Reskrim yang dipimpin langsung oleh AKP Willy memintai keterangan Aiptu Tunjang, kemudian melakukan penyelidikan.
“Kami telusuri secara manual untuk memancing pelaku. Selain itu juga menggunakan IT,” kata Willy.

Tepatnya pada Sabtu, 16 Januari 2016, tim aparat mencurigai menemukan titik terang bahwa Markus Daryanto adalah pemilik nomor handphone 083863605667 dan sekaligus pengirim SMS teror tersebut. “Kami sisir di sekitar Alun alun Karanganyar, karena pelaku beraktivitas di sana,” terangnya.

Minggu 17 Januari 2016 pukul 00.30, tim Reskrim berhasil menangkap pelaku. 1 unit handphone merk Asiafone warna Pink, dual card dan terdapat dua kartu perdana disita polisi. Di antaranya Kartu Axis nomor 083863605667 yang digunakan pelaku untuk mengirim pesan teror tersebut. Berikutnya Kartu Perdana XL dengan nomor 087837710351.

“Pelaku saat kami interogasi telah mengakui perbuatannya. Dia melakukan atau mengirim SMS bernada teror tersebut karena adanya rasa tidak puas terhadap Pospol Lantas Karanganyar,” terang Willy. (bangjoco-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here