SEMARANGAN – Bukannya belajar mengerjakan PR tugas sekolah, dua pelajar SMK di Kota Semarang ini malah keluar malam gentayangan mencari mangsa bawa celurit dan parang. Mereka mau coba-coba menjadi begal.

Begitu mendapati sepasang remaja yang sedang berduan di pinggir jalan, keduanya langsung menyambanginya. Tanpa banyak omong, mereka langsung menodongkan celurit dan parang ke leher korban. Kemudian merampas sejumlah barang berharga milik korban, di antaranya dompet berisi uang.

Dua pelajar tersebut berinisial YS (17) dan DA (16), keduanya warga Bongsari, Semarang Barat, Semarang. “Kami sedang butuh uang untuk jajan, sekitar pukul 22.30, kami keluar bawa celurit dan parang,” kata YS di Mapolsek Mijen Semarang, Sabtu (9/1/2016).

Kedua begal ingusan ini beraksi di Jalan Raya Sidodadi tepatnya di samping kantor Direktorat Sabhara Polda Jateng, Kecamatan Mijen, Semarang. Celaka, aksi tersebut dipergoki warga, hingga mengakibatkan kedua remaja ini digebuki massa hingga bibirnya jontor. “Ampun pak, ampun pak,” ujar YS, tapi warga kadung emosi.

Keduanya langsung digelandang ke Mapolsek Mijen. Aksi kejahatan dua pelajar SMK itu dilakukan pada Senin (28/12/15) lalu.
Korbannya adalah Adisty (21), warga Cangkiran Mijen. Korban bersama pacarnya sedang asyik duduk di tepi jalan. Tiba-tiba disambangi dua pelaku yang datang mengendarai motor Honda Mega Pro H 4808 GY.

Berhasil merampas dompet, dua pelaku tancap gas mengendarai motornya ke arah selatan. Namun teriakan korban membuat kedua pelaku kelimpungan. Sebab warga yang mendengar teriakan itu langsung mengejar kedua ‘tikus’ kecil itu. Kedua pelaku kepanikan hingga berusaha masuk ke arah kebun. Namun celaka, keduanya malah jatuh ke parit. Tentu saja, warga yang geram langsung menghajar kedua pelaku.

Kapolsek Mijen Kompol Sapari mengatakan, mereka sengaja melakukan kejahatan di daerah Mijen. “Aslinya bukan orang sini. Makanya mereka tidak tahu jalan,” katanya.

Beruntung, saat massa membabi buta menghajar dua pelaku, petugas patroli dari Polsek Mijen segera datang melakukan pengamanan. Keduanya langsung ditangkap dan digelandang ke Mapolsek Mijen. “Jika tidak ketahuan polisi, keduanya mungkin sudah bablas, warga sudah sangat marah,” katanya.

Pihaknya juga menyita senjumlah barang bukti berupa sebilah celurit dan parang yang telah dimodifikasi. Selain itu, dompet milik korban serta motor milik pelaku, juga disita sebagai barang bukti. (bangjoco-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here