KOTA LAMA – Konser Sound of Youth Orkes Moral menyedot ribuan penonton di Taman Garuda kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu (29/10) malam. Tentu, hal ini menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat untuk menghargai karya musisi lokal di Kota Semarang cukup menggembirakan.

Meski dalam waktu bersamaan, berbagai event musik besar dengan mendatangkan artis nasional seperti Geisha dan Noah di Gedung Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang, Andra and the Backbone dan Glenn Fredly di SMA Negeri 3 Semarang. Namun ribuan penonton Konser Sound of Youth Orkes Moral tetap saja tumpah untuk meramaikan akhir pekan di Kota Lama Semarang.

Enam kelompok musik asli Semarang, masing-masing; Senggol Tromol, Om Sepa, Sastro Sastri, Serempet Gudal (Sereal), Rentjang Rentjong dan Suluk Rampak Pertiwi, cukup membawa angin segar dalam kancah permusikan di Kota Semarang. “Kami memberi apresiasi sebesar-besarnya. Konser Orkes Moral ini membuktikan bahwa anak muda di Kota Semarang memiliki daya kreativitas yang patut dibanggakan,” kata Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Minggu (30/10).

Dikatakannya, generasi muda harus memiliki semangat untuk terus berkarya dan mengembangkan kreativitas dalam bidang apapun. Termasuk seni musik. Event yang diprakarsai oleh gabungan Journalist Creative dari berbagai media cetak baik online, cetak maupun elektronik, bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, dalam rangka memeringati Sumpah Pemuda yang ke-88. “Sebagaimana kata Bung Karno; ‘Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia!,” kata Hevearita yang akrab disapa Mbak Ita, memantik generasi muda.

Menurut dia, event seperti ini perlu terus diekplorasi untuk berperan meramaikan Kota Lama. Apalagi, Pemkot Semarang telah menargetkan untuk menjadikan Kota Lama sebagai World Heritage City UNESCO pada 2020. “Tidak hanya infrastruktur yang dibenahi. Tapi juga menghidupkan berbagai event di Kota Lama Semarang. Maka kegiatan seperti ini bisa digelar secara berkelanjutan,” kata Mbak Ita yang juga Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L).

Ketua Panitia Konser Sound of Youth Orkes Moral Journalist Creative, Abdul Mughis mengatakan, tujuan memilih tajuk ‘Orkes Moral’ untuk menggali dan mengangkat potensi anak muda di Kota Semarang dalam bidang musik. “Banyak kelompok musik lokal berbasis komunitas di Semarang yang memiliki karakter unik. Tapi selama ini hanya menjadi karya-karya yang berserakan. Melalui event seperti ini, kami berusaha menyatukan,” katanya.

Dikatakannya, enam kelompok musik indie di Semarang yakni Senggol Tromol, Om Sepa, Sastro Sastri, Serempet Gudal (Sereal), Rentjang Rentjong dan Suluk Rampak Pertiwi ini sengaja dipilih karena mereka memiliki karya musik yang unik. “Kreativitas mereka cenderung melawan arus dari jalur musik arus utama. Pola arransemen eksperimen membebaskan mereka untuk melahirkan corak musik yang unik,” kata dia.

Hal yang patut mendapat apresiasi lagi adalah antusiasme masyarakat dalam mencintai karya musisi lokal. “Kami tidak menyangka, antusiasme ribuan warga Semarang menonton Orkes Moral ini. Tentu, hal ini cukup menunjukkan musisi lokal memiliki power yang patut diperhitungkan. Musik ciptaan sendiri itu biar memantik inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk berkarya,” pungkasnya. (61-S/bangjo.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here