Kadang tak habis pikir, di dunia ini ada juga orang yang mengais rizki hanya dengan cara menunggu tempo ada pembangunan masjid ataupun musala. Mereka adalah para penjual kubah masjid. 
Saya sering bertanya-tanya dalam hati: berapa tahun masjid-masjid ataupun musala mengganti kubahnya? Berapa banyak pertumbuhan masjid dan musala di suatu wilayah dalam setahun? Lhawong masjid di kampungku saja, hampir 25 tahun sejak saya dalam kandungan sampai segede sekarang, belum pernah mengganti kubah masjid. 

Lantas bagaimana prospek bisnis kubah masjid? 

Di setiap perkampungan tentu banyak masjid dan musala, tapi biasanya masjid maupun musala telah berdiri megah entah sejak kapan. Untuk pangsa pasar masjid dan musala yang sudah berdiri lama ini tentu mengandalkan kalau ada pembangunan rehab. Misalnya rusak akibat dimakan usia, bencana longsor, gempa, dan lain-lain. Tapi tetap saja jumlahnya tidak banyak.

Memang, pertumbuhan perumahan di kota-kota sangat pesat. Tetapi tetap saja pertumbuhan perumahan menggunakan hitungan tahun. Misalnya setiap satu tahun di kota A berdiri lima perumahan, prediksinya minimal akan berdiri lima masjid baru. Maka potensinya akan ada lima pembeli kubah masjid dalam setahun. 

Persoalannya, di kota A ada berapa penjual kubah masjid yang sama-sama menunggu untuk dibeli? 

Tapi yang namanya rezeki itu memang misterius. Bahkan tak seorang pun yang bisa memastikan kapan rezeki datang, kapan rezeki pergi. Orang yang rajin berusaha menebar pundi-pundi rezeki, tentu menyakini bahwa rizki pasti datang. Tuhan juga tidak pernah salah alamat untuk mengirimkan rezeki. 

Seperti halnya, Nur Arifin, pemilik bengkel las di Semarang yang memproduksi kubah masjid ini. Sejak tiga bulan terakhir, ia mengaku banyak pemesan kubah masjid berdatangan. Senin, 5 Juni 2017, ia masih sibuk mengerjakan pembuatan kubah masjid.  

Kubah masjid buatannya berbahan logam, seperti Panel Enamel Coating atau Panel Powder Coating, Decorative (Zincalume Cat Duco), berukuran 60 cm hingga 2 meter, dibanderol Rp 1,5 juta. Bahkan ia mengaku, sejak usahanya dirintis lima belas tahun silam telah diniati ibadah. (jabal nur/gholib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here