Angka kelahiran memiliki misteri panjang. Bahkan dipercaya mampu menceritakan seluk beluk hidup manusia secara detil sejak lahir hingga tutup usia. 

“Nasib bisa diubah jika Anda sudah mengetahui rahasia Power of Numbers, karena hidup ini dibangun menggunakan penghitungan angka.” ~Oliver Tan~

Menariknya, ini bukan sekadar ramal-meramal. Tetapi merupakan produk sains melalui penghitungan rumus Pythagoras.

Sembari nyantai di teras rumah menikmati akhir pekan, saya teringat pernah suatu ketika mendapat kesempatan bertatap muka dengan seorang tokoh bernama Oliver Tan di sebuah acara di Kota Semarang. Ingin saya menuliskannya untuk sekadar berbagi cerita. 

Oliver Tan. Dia ahli Numerologi warga kebangsaan Malaysia. Selama 14 tahun ia meneliti misteri angka di berbagai negara ASEAN, kaitannya dengan hidup manusia menggunakan rumus Pythagoras, berbentuk tabel segitiga terbalik (ujung lancip berada di bawah). 

Tanggal lahir seseorang bisa di tulis, tanggal, bulan, dan tahun. Misalnya 12/06/1980, lalu dihitung (penambahan/menambahkan) urut dari angka pertama. 1+2=3, 0+6=6, 1+9=10 (1+0=1), dan 8+0=8. 

Hasil masing-masing penjumlahan/penambahan itu kemudian dimasukkan ke dalam tabel Pythagoras segitiga terbalik. Setelah angka dimasukkan tabel segitiga terbalik, kemudian dijumlahkan menggunakan metode Pythagoras. 

Akan ditemukan angka-angka hasil penjumlahan di tabel/bagan segitiga terbalik. 

Tabel segitiga terbalik (ujung runcing berada di bawah) ini terbagi tiga kolom ke bawah. Ini mengilustrasikan tiga fase hidup seseorang. Kolom paling atas, mengilustrasikan fase usia sejak lahir – 20 tahun, kolom kedua: fase usia 21 tahun – 40 tahun, dan kolom ketiga (paling bawah dengan ujung meruncing ke bawah) merupakan fase 41 tahun – hingga meninggal dunia. 

Ujung runcing di bawah itu merupakan ilustrasi bahwa jatah masa hidup seseorang di dunia ini telah habis. Maka garisnya menghilang. Angka-angka yang muncul dari hasil penghitungan Pythagoras, baik di dalam bagan, maupun di luar bagan segitiga terbalik itu memiliki makna dan filosofi. 

Sayangnya, untuk mengetahui makna dan filosofi angka-angka secara detil itu Anda harus melihat buku panduan yang ditulis Tan. Sampeyan yang belum punya buku panduan perlu mencari dulu. Filosofi dan makna angka-angka ini, kata Tan, merupakan hasil riset terhadap kebiasaan manusia di berbagai negara di dunia. 

Tan menemukan kesamaan ritme atas apa yang dialami manusia. Ternyata ada kesamaan angka. Misalnya, setiap ia berkunjung di rumah sakit, ia menjumpai orang lumpuh. Setelah diteliti, semua orang lumpuh di berbagai negara, ternyata ditemukan kesamaan angka kunci. Termasuk mengetahui terjadinya lumpuh di kisaran usia berapa. 

Orang bercerai, jodoh, pekerjaan, sifat-karakter seseorang, keserasian pasangan suami istri, pekerjaan yang cocok, seks, gangguan kesehatan sepanjang hidup seseorang, dan apapun seluk-beluk tentang manusia di dunia, bisa diurai dan diketahui menggunakan penghitungan Pythagoras tersebut. 

Mengapa perkembangan zaman kemudian bermunculan pemimpin perempuan? Lurah, camat, bupati, wali kota, gubernur, hingga presiden wanita. Ternyata angka-angka bisa menjelaskannya.

Melalui Pythagoras akan ditemukan angka penting di tanggal lahir setiap orang. Ia menyebutnya ‘Angka Akar’. “Angka-angka dalam segitiga Pythagoras mencerminkan semua hal tentang seseorang, baik karakter, maupun perilakunya. Setiap angka memiliki filosofi makna. Hampir semua jalan hidup, nasib, karakteristik seseorang bisa terungkap,” kata Tan. 

Dia juga mengakui ilmu-ilmu sejenis yang telah ada sejak ribuan tahun silam. Misalnya Feng Shui ilmu topografi kuno asal Tiongkok. Begitupun masyarakat Jawa mengenal ilmu Primbon. 

Tan menyebut ini bukan sebuah ramalan. Akan tetapi produk sains menggunakan ilmu statistik, yakni metode penghitungan Pythagoras. Bahkan Tan mengeklaim temuan metode prediksi nasib menggunakan Pythagoras ini pertama di dunia. “Ini tidak ada kaitan dengan agama apapun. Ini murni sains hasil riset tesis saya sendiri,” 

Tan menyebut, penemuannya itu memiliki pola berbeda dengan ilmu ramalan yang sudah ada. Sebab metode tersebut mengungkap sandi dan prinsip-prinsip angka secara rinci, termasuk mengkaji bentuk simbolik angka tersebut. Penghitungan Pythagoras itu dikenal dengan Tetraktus Suci

Angka-angka yang telah dihitung di dalam bagan segitiga terbalik tersebut mengilustrasikan sejumlah pola. Dari pola inilah, Tan mengajak membaca kehidupan seseorang ataupun diri sendiri. Angka-angka tersebut memiliki arti pola beserta kombinasinya. “Penemuan jalan baik, buruk, hingga soal keberuntungan serta kesialan bisa diketahui melalui Pythagoras dengan tegas,” 

Tan ingin melawan doktrin pemikiran, bahwa seringkali seseorang memiliki nasib buruk, dan dia pasrah menyalahkan nasib. Mereka menganggap bahwa nasib seseorang seolah-olah tidak bisa diubah. “Mereka benar berpikir seperti itu, tetapi saya tidak setuju,” kata Tan. 

Justru itu, kata Tan, jika prediksi nasib itu buruk, maka dengan mengetahui prediksi penghitungan ini seseorang akan menata hidupnya agar mampu menata sikap agar bisa meminimalisasi nasib buruk. 

Salah satunya dengan mengetahui angka kunci untuk membuka tabir nasib, atau jalan hidup seseorang melalui tanggal lahirnya sendiri. Dulu, sekarang dan yang akan datang. 

Tan menyebut prediksi serta analisis angka tersebut memiliki keakuratan 90 persen. “Saya tidak mampu membuat keakuratan 100 persen. Ilmu metafisika manapun juga tidak bisa. Sebab, manusia hanya membaca dan bersikap. Selebihnya ada peran tangan Tuhan Yang Maha Esa yang tidak boleh diambil oleh manusia,” kata dia.

Atas riset tesis berjudul “Rediscovering the Science of Numbers – Its Mysticism, Power and Its Vibrations” itu pulalah, Tan kemudian dianugerahi gelar Doctor of Philosophy (Ph.D). “Pytaghoras matematik yang merupakan produk ilmu dari Islam. Angka muncul pertama kali di negara Irak. Angka memiliki power full. Tiap-tiap tahun, apa yang akan terjadi terhadap Anda? Bisa diketahui. Angka memiliki mistisisme sangat dahsyat,”

Di manakah letak cinta dan kebahagiaan? Nah, angka-angka di tanggal lahir mampu mengungkap informasi yang mengejutkan. Kalau sampeyan tak percaya sekalipun, setidaknya bisa buat hiburan akhir pekan. Saya telah mencoba, 80 persen penghitungan Pythagoras tanggal lahir saya sesuai yang saya alami. 

:Sekarang, saya sedang belajar ilmu silat. Siapa tahu bisa mendeteksi niat jahat. 🙂 (Jabal Nur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here