Ada baiknya, para jomblo belajar dari tim Resmob Polrestabes Semarang. Lho, apa hubungannya?

Begini, jomblo-jomblo perlu keberanian mengubah nasib. Tentunya harus berani move on dengan bersikap cepat, cermat dan tegias. 

Perlu digarisbawahi sikap “cepat, cermat dan tegias”. Karena itu menjadi kata kunci. Pertama kali, jomblo tentunya harus punya target. Sama persis dengan tim Resmob. Bandit yang licin itu mirip karakter cewek cantik yang sulit disepik oleh para lelaki. Begitupun sebaliknya, cowok cool juga sulit didekati oleh cewek yang agresif.

Meski didekati dengan berbagai cara, orang berkepribadian rapat cenderung sulit ditaklukkan. Tentu ini butuh trik dan strategi pendekatan. Kalau asal tubruk, tentu akan menghancurkan rencana. Butuh memahami pola, latar belakang, karakter, kepribadian, kebiasaan, secara detil. 

Trik lawas bermain layang-layang masih tetap layak diterapkan. Tarik ulur, mendekat menjauh. Kadang itu diperlukan. Kendalikan emosi doi. Nah, sampai di sini kadang jomblo sering nggak sabar. Maunya nyosor melulu, makanya kerap ditolak. 

Apalagi kalau baru PDKT sudah sombong pasang foto doi. Wah ya alamat gagal. 

Tapi juga jangan kelewat timing. Begitu yakin ada kesempatan tepat, jangan sia-siakan. Berikan pernyataan tak terduga. Siapapun akan memerhatikan kejutan-kejutan kreatif. 

Di situlah sebetulnya, sampeyan telah membuat doi klepek-klepek tak berdaya. Tentu saja tidak bisa ditolak. Jika strategi A ditolak, jalankan strategi B, C, D, E, F sampai Z. Itu namanya ulet untuk mewujudkan cita-cita. 

Contohnya Meggy Z. Dulu dia berawal dari strategi A, B, C… dan baru jadi penyanyi setelah menyandang Z. Ada perjuangan panjang. Meskipun harus hidup di “gubuk bambu” bahkan “termiskin di dunia”, dia tetap berjoget bahagia. 

Kekasih idaman itu memang mirip bandit lincin yang sulit ditangkap. 

Tetapi, pejuang sejati memiliki motto “Bersembunyilah, saya terlatih untuk mencari.” 

Jika timing sudah tepat, target harus didapat. Kalau perlu tembak di tempat. Bawa pulang ke hadapan orang tua. Ringkus dan jebloskan ke dalam penjara hatimu. 

Berkali ulang bandit-bandit yang membuat masyarakat resah, ditangkap tim Resmob Polrestabes Semarang. Paling gres, tiga bandit pelaku pencurian spesialis pecah kaca mobil, kelompok Palembang, dibuatnya klepek-klepek. Ketiganya adalah Saleh (41), Riko (31) dan Rosidi (32).

Nah, kalau para jomblo masih ngeyel dan tak percaya, coba tanyakan ke Pak Aiptu Janadi. Bagaimana strategi menangkap bandit licin. Supaya doi incaranmu yang licin itu juga lekas tertangkap. Kalau perlu tembak di tempat. (dms/bangjo.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here