Salah satu fenomena yang banyak dijumpai di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah menjamurnya polisi tidur. Hampir disetiap daerah di Indonesia memilikinya. Tak peduli ‘pangkatnya’, mau tinggi ataupun rendah, polisi tidur seakan sudah menjadi sahabat baik bagi masyarakat Indonesia.

Namun tanpa disadari akhir-akhir ini pembuatan polisi tidur disejumlah daerah terkesan ‘alay’ dan berlebihan. Tak tanggung-tanggung, dari jaraknya yang saling berdekatan, hingga bentuknya yang terlalu tinggi.

Pemilik kendaraan pun kerap mengeluhkan hal ini. Sebagai contoh, seperti yang ada di kawasan perumahan Pasadena Semarang. Saat detektif swasta melalui jalan yang membelah perumahan tersebut, ada sebanyak 29 polisi tidur dibangun dalam jarak kurang dari 500 meter. Tentu hal ini bisa dibilang alay atau sangat berlebihan.

Alih-alih untuk memberi efek jera kepada pengguna jalan yang ugal-ugalan, hal tersebut justru Berimbas kepada kondisi kendaraan pengguna jalan lain. 

Sebenarnya pihak yang membangun polisi tidur yang tidak sesuai dengan peraturann dapat di kenai sanksi.

Ini tertuang dalam peraturan No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan dengan ancaman Pidana. Ada dua pasal yang mengatur mengenai hal ini yakni pasal 274 dan 275.

Pasal 274 menyebutkan setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan atau gangguan fungsi jalan seperti yang dimaksud dalam pasal 28 ayat 1 dapat dipidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000.

Kemudian pada pasal 275 ayat 1,setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas pejalan kaki dan alat pengaman pengguna jalan sebagaimana dimaksud dalam pasar 28 ayat 2 dipidana kurungan paling lama satu bulan dan denda paling banyak Rp 250.000.

Selain itu, peraturan mengenai ukuran serta penempatan polisi tidur sudah diatur dalam peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM.3 tahun 1994 Pasal 4. Peraturan ini menjadi acuan untuk membuat polisi tidur yang benar dan aman untuk pengguna jalan.

Untuk itu, Sebagai warga negara yang baik hendaklah kita memperhatikan aturan-aturan yang telah ada. Jangan sampai hanya karena ingin memberi efek jera pengguna jalan yang semena-mena kita justru merugikan orang lain. (Dito Pangestu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here