Ternyata ada persamaan antara bule Rusia dan codot-codot Indonesia.

Penduduk di Kota Moskow, Rusia, ternyata paling doyan sama buah pepaya. Apalagi berbentuk sintal berwarna merah menggoda. Mereka berebut nafsu ingin segera melumatnya. Bahkan mereka tak segan merogoh kocek setara Rp 200 ribu untuk satu buah pepaya asli Indonesia.

Padahal, di Jawa, pepaya menjadi buah murah makanan fovoritnya codot. Pohonnya saja dibiarkan begitu saja tanpa perawatan khusus di tegalan. Kiranya sulit ditemukan ada orang Indonesia rebutan pepaya. Seringnya sang empunya sendiri membiarkan pepaya jadi rebutan codot. Nah, sekarang tahu apa persamaan Bule Rusia dengan codot Indonesia kan? Yak, betul markitul, Bule Rusia dan codot lokal Indonesia sama-sama suka pepaya.

Tak salah, buah tropis itu justru sangat prospektif diperdagangkan di Moskow. Duta Besar RI untuk Rusia, M Wahid Supriyadi yang bilang seperti itu. Bule-bule di sana teramat doyan pepaya.

Kalau ada stok, pasti jadi rebutan. Soalnya, buah-buahan tropis tidak bisa tumbuh subur di negara yang pernah jadi musuh bebuyutan Amerika Serikat itu.

“Bagi orang Moskow, pepaya itu buah yang sangat eksotis,” kata dia saat berkunjung di Semarang, beberapa waktu lalu.

Dia pun mengajak warga Jateng berjualan pepaya di Moskow. Kebetulan, 4-6 Agustus 2017 mendatang, ada Festival Indonesia di Ibu Kota Rusia. Dalam festival bergengsi tersebut, disediakan tempat display khusus produk makanan sepanjang 200 meter di food city. Nah, pedagang dari Jateng, bisa menggelar pepaya di sana. Dijamin pepaya milikmu jadi rebutan. Kata Wahid, festival bergengsi itu bakal dihadiri 90 ribu orang.

Bayangkan, kalau setiap pengunjung beli satu buah pepaya saja, kamu bisa bawa pulang kurang lebih Rp 18 miliar. Waaaoowww!! Bakal jadi orang kaya baru. Selepas jualan pepaya lokal, bakal berani cicipi ‘pepaya’ cewek Rusia. Sekalian nyari mertua orang sana, nanti anaknya bisa diberi nama Cecep Gorbacep. Yuk jualan pepaya saja. (Dirdjo Soekotot)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here