Puasa itu sejatinya mengendalikan hawa nafsu. Tapi yang paling kelihatan adalah menahan lapar. Kalau makan, puasa langsung batal. Tapi kalau mikir soal slangkangan, kayaknya jarang yang mengakui kalau puasanya batal.
Di luar tatacara puasa itu, menahan lapar memang cukup sulit. Lapar sepertinya punya andil besar dalam kendali tubuh. Lapar bisa bikin kaki malas melangkah. Bikin kulit enggan terpapar teriknya sinar mentari siang. Bikin mata pengin merem terus alias tidur. Kadang juga bikin otak males mikir dengan dalih kurangnya asupan gizi.

Memang, puasa itu bukan alasan untuk menghambat produktivitas. Tapi sadar atau enggak, memang bikin malas gerak. Coba ada tim survei yang bisa mendata tentang fluktuasi produktivitas dan kinerja karyawan saat Bulan Ramadan. Apakah memang masih sama saat nggak puasa?

Nggak usah sok-sokan dulu menjawab ‘nggak ada bedanya!’. Pegawai Negeri Sipil (PNS) saja mengakui kalau produktivitas mereka bakal menurun saat puasa. Buktinya, di lingkungan Pemprov Jateng, jam kerja mereka dikurangi lima jam seminggu. Dari yang baisanya 37,5 jam per minggu, menjadi 32,5 jam per minggu. Itu sinyal khusus kalau mereka tidak bisa memberikan pelayanan kepada rakyat seperti hari-hari biasa.

Nah, kalau ada tim independen yang bisa mengkaji tingkat penurunan produktivitas dan kinerja karyawan saat puasa secara akademis, mungkin lebih enak. Jika hasilnya memang menurun drastis, mending sepanjang Ramadan, semua kantor diliburkan saja. Kayak jenatnya Gus Dur saat jadi presiden. Meliburkan sekolah sampai lepas Lebaran.

Gaji nggak usah dipikirkan. Wong para pekerja sudah berhak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) yang jumlahnya minimal satu kali gaji. THR itu wajib, lho. Kalau ada perusahaan yang nggak ngasih THR, bisa kena hukum!

Bagi yang merasa THR nggak cukup untuk menopang ekonomi selama puasa dan Lebaran, monggo mengajukan ke DPR, biar aturan pemberian bonus hari raya itu diubah. Minimal jadi 10 kali gaji, lah.

Gelem? Kerjo ning perusahaane mbahmu, po! (Dirdjo Soekotot)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here