Duh, suwe-suwe iso stres mikir dalan ki. Kota Semarang sekarang banyak jalur satu arah. Setelah Jalan Veteran dan Menteri Supeno hingga RSUP dr Kariadi, kini Jalan Gajah Mada, Jalan Thamrin dan Jalan Ahmad Dahlan. Apik tenan idemu pak. Jempol lima buat bapak-bapak yang di sana. Bapak yang duduk di ruang ber AC, sofa empuk dan gaji bulanan dari uang rakyat.

Sebagain orang bilang, sekarang kondisi jalan jadi tambah ombo alias luas. Mergo jalan searah bisa dipakai sekaligus empat lajur ke arah yang sama. Sebagian bilang, jalan searah seperti diberlakukan di Semarang cukup efektif mengatasi kemacetan.

“Efektif dari Hongkong? Kae delok wae, tepi jalan searah malah dienggo parkir motor-mobil,” kata Pak Dedi warga Pedurungan, protes ke tetangga, Huda yang setuju jalan satu arah.

Memang sih, pemberlakuan jalan satu arah ada plus minus.Tapi kalau ini dilakukan untuk mengurai kemacetan, ya jangan malah jalan searah tambah macet. Yen tambah macet, jenenge gagal. Soale wingi akeh wong sing mangkat kerjo malah telat mergo dalane mubeng-mubeng. Akeh karyawan sing terlambat kerjo mergo bingung nggolek dalan tembus. Lhak yo ciloko yen koyok ngono.

Tapiiiii… tapiiii, mbok yao… Dishub Kota Semarang ki konsekuen. Dampak negatif satu arah ini yo dipikirkan. Prinsipnya, setiap hal yang memudahkan pasti semua orang setuju. Sebaliknya, setiap hal yang menyulitkan banyak orang, pasti menuai protes. Kata kuncinya “mempermudah” pak. Nah, pertanyaannya, jalan satu arah ini mempermudah atau tidak? Monggo dijawab dewe-dewe. Njuk misoh-misoh dewe

Seharusnya, parkir sembarangan di pinggir jalan dicarikan solusi dulu. Pemerintah butuh kantong parkir. Ojo-ojo, tukang parkir malah mikir, wah saiki lahan parkire tambah ombo bro. Bedebah kui jenenge…

“Jalan Gajah Mada parkirane saiki mbalah deret-deret tur malang megung. Lha wedhus,” jare Pak Dedi.

Podho wae parkiran pinggir Jalan Veteran, mobile sak deret-deret. Dishub diam seribu kata. Mungkin mergo sing parkir neng Jalan Veteran kui rata-rata mobile pak pulisi Polda Jeteng. Yakke lho…..soyo rak nggenah kabeh to?

Sekali lagi, meneh sekali lagi, ini tanggung jawab Dishub Kota Semarang untuk melakukan penataan. Berani membuat satu arah, harus berani mengatasi dampaknya. Ojo lempar tangan sembunyi batu, eh kuwalik.

Nek saiki dalanne (kandamu) dadi ombo,tapi parkirane liar subur koyok jamur. Lha yo kojur. Jenenge sami mawon omong kosong alias ndobol. Yo rak..? Rak..!! wkwkwk (DM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here