Apes betul apa yang menimpa Dik Munaroh (17), warga Kota Semarang yang masih duduk di bangku sekolah ini. Alih-alih ikut menonton atraksi sulap dadakan, Dik Munaroh yang masih polos dan gemes ini justru dikibuli lima pendekar abal-abal.
Kisah Dik Munaroh bermula ketika ia tak sengaja melihat keramaian tak jauh dari titik 0 Kilometer tepat disebelah kantor pos, Minggu (4/6) kemarin. Penasaran, ia pun mendekat dan menyaksikan sumber keramaian  yang tak lain atraksi berbagai macam sulap dari ‘pendekar-pendekar’ dari Jawa Barat.

Dari menghilangkan benda hingga adu nyali dengan ular piton menjadi tontonan malam itu. Dik Munaroh pun hanya bisa mlongo dan terkagum-kagum melihat sulap lima pendekar tersebut.

Belakangan diketahui para pendekar tersebut tak hanya jago sulap. Mereka juga mengaku punya ramuan khusus pemikat lawan jenis dengan harga yang sangat miring.

“Ada minyak sama batu akik, katanya buat nambah karismatik,” kata Dik Munaroh.

Salah satu dari lima pendekar diketahui bernama Jun Candra (40). Dialah pendekar yang melancarkan bujuk rayu agar Dik Munaroh tertarik membeli minyak super buatannya. 

Dik Munaroh sempat curiga karena Mas Jun terkesan ngebet dan enggak sabaran. Ia juga menggiringnya menepi dari pusat keramaian. Entah jurus apa yang digunakan, dik Munaroh tak berdaya dan menurut masuk ke perangkap Mas Jun.

“Lalu Saya ditanya bawa uang berapa.  Tanpa sadar jawab jujur, saya bilang bawa 600 ribu,” beber Munaroh.

Di situ uang Munaroh pun diminta paksa, Mas Jun hanya menggantinya dengan sebotol minyak dan batu akik hitam. “Saya juga bingung kok ya nurut, katanya uangnya buat ganti minyaknya,” imbuhnya.

Dik Munaroh pun kemudian meninggalkan lokasi atraksi sulap milik mas Jun cs. Namun di tengah jalan ia mulai sadar kalau menjadi korban gendam sekaligus perampasan. Ia pun segera meminta bantuan temannya yang berinisiatif untuk melapor ke polisi.

Tim Reskrim Polsek Semarang tengah yang menerima laporan Munaroh langsung bergegas mendatangi para pendekar itu. Mereka sempat kalang kabut dan berusaha melarikan diri, namun aparat lebih sigap dan berhasil meringkus para pendekar palsu tersebut.

Berbagai barang bukti diamankan, baik minyak palsu, ular piton hingga boneka jengklot. Kelimanya kini mendekam di Mapolsek Semarang Tengah untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (Dito Pangestu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here