Hi sobat Bangjo, tahukah kamu? Di Kota Semarang ternyata ramah terhadap kaum pria jomblo lho. 

Para pria yang berstatus jomblo disediakan tempat tinggal khusus. Nggak percaya? Nih simak laporannya daripada nglangut ngliatin langit-langit kamar. Kondisikan!

Tepatnya berada di Jalan Stasiun Jrakah, Kecamatan Tugu, Semarang, di sana berdiri megah Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Jrakah. Apa yang menarik di sana? 

Hmmm…..Rusunawa megah itu dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, khusus diperuntukkan bagi para pekerja laki-laki ‘jomblo’ alias berstatus lajang. 
Entah apa yang melatarbelakangi berdirinya Rusunawa khusus jomblo ini. Entah maksud pemerintah ingin memerhatikan nasib para jomblo yang kerap dibully oleh teman-temannya atau bigimana, yang jelas syarat untuk bisa menghuni Rusunawa ini harus lajang. Jadi, orang yang sudah beristri sementara minggir!

Tentunya lumayan nih buat meringankan beban hidup dan beban ekonomi bagi kamu-kamu yang bernasib belum ketemu jodoh. Di sana ‘kamu-kamu’ bisa leluasa tidur nyenyak difasilitasi menggunakan duit negara. Sebelum tidur bisa curhat-curhatan sama teman senasib sesama jomblo.

Rusunawa ini dibangun bertingkat lima lantai. Sedikitnya ada 104 kamar dilengkapi fasilitas hampir sekelas apartemen mewah. Tempat tidur bertingkat lengkap dengan kasur, dua lemari pakaian, kamar mandi dalam, shower, toilet duduk dan dua meja kerja. AC dan kulkasnya bawa sendiri ya, lumayan kan?

Tapi entah mengapa, sejak selesai dibangun pada Desember 2015 silam hingga sekarang (2017), Rusunawa khusus jomblo ini sepi peminat. Hingga sekarang saat ini tercatat hanya ada delapan penghuni. Sehingga Rusunawa ini terkesan menganggur. 

Padahal kalau kamarnya berjumlah 104 kamar dengan kapasitas untuk dua orang per kamar, totalnya bisa menampung 208 orang. Memang, untuk bisa menempati fasilitas ini tidak gratis. Tetapi dikenai biaya murah. 

Untuk biaya sewa kamar di lantai 1 hanya Rp 125 ribu per bulan perorang. Lantai dua Rp 110 ribu per orang, lantai tiga Rp 100 ribu, lantai empat Rp 90 ribu dan lantai lima Rp 80 ribu per bulan per orang.

Harga sewa tersebut terbilang sangat murah dibanding biaya ngekos atau kontrak rumah di Kota Semarang yang per bulan bisa mencapai Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta. Nah, sayang kan kalau tidak ditempati.

Tanpa basa-basi, salah satu penghuni, sebut saja namanya, Joko Purnomo, mengaku senang menempati Rusunawa tersebut. Dia mengaku nyaman tinggal di sana. “Dulu saya ngekos sebulan Rp 400 ribu, padahal kamarnya kecil bingit kayak ‘omah manuk doro’. Udah gitu, ibu kosnya cerewetnya melebihi alarm, baru diem setelah dibanting,” katanya.

Kata dia, sebenarnya banyak calon penghuni yang datang. Tapi sejauh ini hanya sekadar menanyakan dan menggali informasi. Mereka rata-rata mengurungkan niat, alias tidak jadi mendaftar. “Mungkin mereka khawatir soal keamanan. Sebab, Rusunawa ini belum dilengkapi pagar pengamanan. Takut kalau motornya raib dicolong atau bagaimana, karena memang belum diberi pagar yang mengelilingi Rusunawa,” katanya. 

Sementara ini, para penghuni membawa motornya ke dalam kamar Rusunawa agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena penghuni sementara ini berada di lantai 1.

Rusunawa Jrakah itu diperuntukkan khusus bagi pekerja di Kota Semarang, khususnya yang berstatus lajang. Permohonannya melalui perusahaan masing-masing, kemudian mendaftarkan di UPTD Rusunawa. Jangan lupa bahagia ya? 

(Jabal Nur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here