Terang-terangan, Iwan (27), mengaku sebagai seorang pecandu minuman keras. Di bulan Ramadan ini, ia mengaku harus bisa bersabar dan menahan diri. Sebab, warung langganan yang biasanya menyediakan minuman keras (miras) favoritnya tutup.

Ini cukup berdasar, karena setiap Ramadan menjelang, polisi tiba-tiba rajin menggelar razia miras dadakan. “Belum lagi was-was kalau digaruk Ormas Islami yang datang sewaktu-waktu,” curhat warga Hasanudin Semarang ini.

Makanya, bulan Ramadan ini ia harus libur dulu. Iwan sendiri sebetulnya tergolong pecandu miras yang kondusif. Meski di bawah pengaruh alkohol , karyawan pabrik tekstil ini mengaku tidak pernah berbuat kriminalitas ataupun merugikan orang lain.

“Nek aku mbek konco-konco kui ora tau resek. Tetep iso ngontrol,” katanya.

Jangan salah, Iwan ternyata juga sering datang ke musala di kampungnya untuk salat. “Tarawih di kampungku jumlah rakaatnya 20. Meski imamnya sudah tua, tapi cepat dan disukai anak muda,” katanya.

Meski demikian, Iwan tetap mengapresiasi pihak yang berwajib yang sering razia miras. Diakuinya, miras kerap menyebabkan orang yang mengonsumsi kebablasan hingga berbuat kejahatan.

“Terlebih lagi di bulan suci Ramadan merupakan momen yang pas untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjauhi larangan-larangannya. Meski yang betul adalah beribadah dan berbuat baik setiap detik, bukan hanya di bulan ramadan aja bro,” katanya.

Memang, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, belakangan ini gencar melakukam razia miras karena dianggap sebagai penyakit masyarakat (pekat). Ratusan ribu botol minuman keras hasil razia dimusnahkan pada Jumat (27/5/2017). Seluruh Polres jajaran di wilayah hukum Polda Jawa Tengah melakukan pemusnahan berbagai jenis miras secara serentak. Tak hanya itu, beragam jenis narkotika juga turut dimusnahkan.

“Total ada 108.445 botol miras dan 27.679 liter ciu dimusnahkan bersama narkotika dan petasan,” kata Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova. (dito/bangjo.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here