Ketika Negara kehilangan selera humor, di situlah sosok Gus Dur dirindukan.

Abdurrahman Wahid alias Gus Dur namanya. Sosok perlente yang kerap membuat telinga sebagian orang memerah. Celetukannya selalu tak terduga. Cepat, tepat dan menghantam. Tetapi juga menyimpan pesan mendalam.

Gus Dur juga seringkali menuai kontroversi. Mulai keberpihakan kepada pihak minoritas, soal Tionghoa hingga goyang pinggul Inul Daratista yang mengguncang dunia. Ia menjadikan Istana Merdeka yang mewah menjadi kantor rakyat. Suatu ketika, Gus Dur saat menjabat presiden, ia menggelar open house pertama kali di Indonesia.

Jadi, semua orang boleh datang di Istana Merdeka. Pejabat pembantu presiden yang bertanggung jawab dalam acara itu telah menata konsep open house secara rapi dan tertata. Mereka kemudian menjelaskan kepada Gus Dur.

“Pak Presiden, nanti bapak menerima masyarakat dengan berdiri di teras Istana. Masyarakat akan bersalaman berurutan,” kata staf kepresidenan, seperti diceritakan Alissa Qotrunnada Munawaroh atau akrab disapa Alissa Wahid, putri sulung Gus Dur, di Semarang, belum lama ini. Gus Dur langsung menjawab “kenapa di teras? Harusnya di Kredensial, kasihan kalau di luar.”

Kredensial adalah salah satu ruang utama di Istana yang digunakan untuk menerima para duta besar. Pejabat pembantu presiden menjelaskan kalau ‘Kredensial’ baru saja diganti karpet baru. Kalau diinjak-injak oleh ribuan orang nanti karpetnya rusak. “Seketika, Gus Dur marah ‘biarin aja karpetnya rusak, lhawong itu (karpet) dibeli oleh mereka (rakyat),” kata Gus Dur, imbuh Alissa. Staf kepresidenan bengong.

Gus Dur selalu meninggalkan jejak ‘nilai-nilai’ dalam keseharian. Tak pernah membenci orang, tapi selalu menentang perilaku tidak adil. Termasuk tak pernah menilai seseorang berdasarkan apa agamanya. “Kami di keluarga tidak pernah diajarkan menilai orang lain derajatnya lebih rendah dari kami. Gus Dur, kalau ada yang bertamu, istilahnya Sowan, siapapun yang datang dan usianya lebih tua, harus dicium tangannya,”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here