Duh, miris banget. Dua santri Pondok Pesantren Modern Selamat Kendal Jawa Tengah, duel adu jotos bak di dalam penjara. Seorang di antaranya bernama Dimas Khilmi (18), santri asal Dukuh Tengah RT 3 RW 4 Desa Batursari, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, tewas kejang-kejang.

Insiden maut ini bermula Kamis (12/1/2017) pukul 22.15. Awalnya, Dimas datang di Blok I 461 untuk mencari Muhammad Alfarizi (17), santri asal Jalan Pekan Kompleks Griya Pratama Nomor 65 Pontianak Timur Kalimantan Barat. Kedatangan Dimas bermaksud untuk menantang Alfarizi untuk berkelahi satu lawan satu dan tangan kosong.

Mendengar tantangan itu, Alfarizi pun bergegas berdiri dengan gagah berani. Sempat terjadi cekcok mulut menegangkan. Seperti di film-film action, kedua santri yang sama duduk di bangku kelas 11 SMA Pondok Pesantren Modern Selamat ini pun terlibat perkelahian sengit.

Dimas yang bertubuh kecil, terdesak dan tidak bisa berbuat banyak. Alfarizi mendominasi duel tersebut dan berhasil mendaratkan pukulan telak. Di antaranya mengenai muka bagian pelipis sebelah kiri sebanyak dua kali. Hal itu membuat Dimas terpental dan jatuh terkapar ke arah tempat tidur.

Sementara Alfarizi kian terbakar emosi. Ia semakin membabi buta menyerang. Dimas kembali berhasil dipukul telak mengenai muka, kemudian ditendang tepat mengenai dada. “Kami bersama teman-teman lain sempat melerai dengan menarik tubuh pelaku,” kata salah seorang saksi mata, Sinar Iman, Jumat (13/1/2017).

Saat itu, lanjut saksi, Dimas yang semula terkapar berusaha bangun dan bermaksud menyerang balik Alfarizi. Tetapi belum berhasil menyerang, Dimas mendadak tersunggur dalam kondisi telungkup. “Setelah terjatuh, korban tiba-tiba dalam kondisi kejang-kejang. Kami berusaha menolongnya. Saat itu, kondisi korban masih bernafas, tapi pingsan,” kata saksi.

Tak lama kemudian, pengurus Pondok Pesantren Modern Selamat membawa Dimas ke RSUD dr Soewondo Kendal untuk upaya pertolongan medis. Tetapi sesampai di ruang IGD, pukul 22.30, Dimas dinyatakan mengembuskan nafas terakhir.

Insiden menggemparkan di pondok yang beralamat di Desa Jambearum, Kecamatan Patebon, Kendal ini baru dilaporkan ke Polsek Patebon Jumat (13/1/2017), pukul 01.00. Sejumlah santri yang melihat kejadian tersebut diperiksa sebagai saksi. Di antaranya Sinar Iman, Mahafirsa, dan Risqi Mubarok.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, duel santri yang berujung maut tersebut dipicu karena motif dendam. Awalnya, empat teman korban dan Alfarizi (pelaku) sama-sama melakukan pelanggaran disiplin di pondok tersebut. “Nah, keempat rekan korban dikeluarkan dari pondok, sedangkan pelaku tidak dikeluarkan. Hal itu membuat korban menaruh dendam kepada pelaku,” terang saksi.

Hingga tadi malam, tim kepolisian masih memeriksa saksi-saksi. Sedangkan jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk dilakukan pemeriksaan guna kepentingan proses hukum. (SN/bangjoco)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here