Ola la….apa jadinya, kalau seribu istri kompak berkumpul bareng, adu gosip sembari meracik. Mungkin hanya ada di sini….

Mereka adalah ibu-ibu PKK yang kian centil. Selain rajin dandan dan kerap rapat di kelurahan, mereka adalah para istri yang rajin berkreasi. Tentu saja sembari menikmati gosip-gosip ringan. Sesekali foto selfie.

Uniknya, ada kurang lebih seribu istri berkumpul bareng di Atrium Mal Ciputra Semarang, Selasa (9/5/2017) lalu. Berbicara soal PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga), biasanya ingatan kita langsung tertuju kepada kelompok ibu-ibu. 

Ketua dan para pelopornya biasanya istri-istri pejabat. Mulai istri Gubernur, istri Wali Kota, istri Kapolrestabes, istri Dandim, istri Kepala Dinas, istri Camat, istri Lurah, istri Ketua RW, hingga istri Ketua RT. 

Kalau sedang berkumpul, biasanya pakaian ibu-ibu gemas itu selalu seragam. Dulu seragamnya warna biru, kini berubah menjadi hijau toska. Terlihat kompak dan rapi. Tak lupa, ibu-ibu itu suka berdandan. Penampilan memang selalu diperhatikan betul. Maklum figur istri pejabat selalu ingin tampil sempurna dan harus selalu cantik di depan publik. 

Mereka memang menjadi pelopor pemberdayaan perempuan di tengah masyarakat. Wilayah kerjanya tertuang dalam 10 program pokok PKK sebagaimana yang sering kita lihat di papan plang di depan kantor kelurahan. 

Seringkali menggelar kegiatan pelatihan-pelatihan keterampilan, maupun menumbuhkan bidang wirausaha mandiri untuk anggotanya. Misalnya merajut, menjahit, jual beli online, dan lain-lain. 
Tapi kali ini, seribu ibu-ibu PKK di Semarang ini membuat kreasi merangkai atau menghias rempah-rempah atau bahan-bahan bumbu dapur. Banyak rempah yang seringkali tidak semua orang mengenal nama maupun jenisnya. Jahe, temu lawak, kunir, kunyit, lengkuas, lombok, bawang merah, bawah putih, daun salam, kayu manis dan masih banyak lainnya. 

Kreativitas jari para istri itu kemudian menyusun satu per satu rempah-rempah berbagai jenis, kemudian dijadikan berbagai bentuk ikon Kota Semarang. Ada yang mendirikan miniatur Tugu Muda terbuat dari rempah-rempah dan lain-lain. 

Bahkan satu kreativitas yang cukup memancing perhatian publik adalah miniatur Kebun Binatang Mangkang terbuat dari rempah-rempah. Wah, kok nggak sekalian Kota Semarang terbuat dari rempah-rempah.

Tapi pemilihan ‘rempah-rempah’ itu cukup berdasar, mengingat sejarah mencatat bahwa Kota Semarang pernah menjadi jalur rempah nusantara yang berpengaruh dalam sejarah perdagangan dunia. 

Jika pun tak ingin rumit mencari apa makna filosofinya, toh ini cukup menarik untuk sekadar foto selfie. Yang terpenting: seribu istri PKK, tak satupun ada istri muda. (Jabal Nur/Foto Gholib)

Ups, ibu yang ini masih dalam perjalanan…..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here