Tempat pendaftaran calon mahasiswa baru Unissula. (foto : Detektif Swasta)

Kasus perjokian yang terungkap dalam ujian penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Unissula  belum menemui titik terang. Bukannya berhasil mengungkapnya sampai ke akar, polisi justru melepas joki yang diketahui bernama Setu Abdul Hadi (24), warga Tegal, Jawa Tengah.

Alasannya, polisi belum memiliki cukup bukti yang menjerat mahasiswa FMIPA Unnes itu. Terlebih polisi juga kesulitan menjerat pelaku dengan pasal  263 KUHP tentang pemalsuan dokumen karena dinilai belum ada yang dirugikan.

“Belum cukup bukti. Kita coba jerat dengan Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan dokumen, namun unsurnya belum terpenuhi karena tidak ada yang dirugikan. Ini kan dia baru rencana mau beraksi tapi sudah ketahuan dulu”, kata Kapolsek Genuk Kompol Heru Eko Wibowo saat dihubungi wartawan, Jumat(14/7).

Dijelaskan Heru, sejauh ini Setu hanya berstatus saksi dan dikenai wajib lapor. Meski demikian ia menegaskan proses penyelidikan masih terus berjalan.

Disisi lain, Civitas Akademi Unissula  Semarang melalui Wakil Rektor I Unissula Semarang Muhammad Hadin, merasa aneh dengan langkah yang diambil kepolisian.

Menurutnya, yang dilakukan oleh Setu jelas merugikan dan mencemarkan nama baik Kampus Unissula Semarang, khususnya dalam hal in-materiil. Bahkan pihaknya juga mengaku telah membuat Laporan Polisi bersamaan dengan saat menyerahkan Setu.

“Kok tidak ada yang dirugikan?Kami Unissula jelas-jelas dirugikan kok, nama baik dan sistem. Ada sistem yang dilanggar disitu sehingga pasti ada sanksinya. Kalau dari kami, identitas calon mahasiswa yang dibawa Setu langsung kita blacklist,” ungkap Hadin.

Unissula menyerahkan secara penuh kasus beserta  sanksi hukum ke  polisi. Berkas-berkas pendaftaran beserta kartu ujian atas nama Satrio Purno Prabowo yang dibawa Setu untuk mengikuti ujian juga sudah diserahkan.

Seperti yang diketahui, Setu yang merupakan seorang Joki berhasil tertangkap tangan saat beraksi di ujian masuk Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Rabu (12/7) kemarin.

Dalam aksinya, Setu menyamar sebagai peserta ujian dengan nama Satrio Purno Prabowo, warga Jakarta. Setu mengaku dijanjikan uang Rp 20 juta oleh orang bernama Ririn dan Andre jika peserta yang ia joki lulus ujian.*

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here