ilustrasi

Film Mission Impossible sing  identik karo aksi penyamaran ternyata akeh dicontoh oleh banyak orang. Di Indonesia, metode penyamaran sering dipakai Pak Polisi lan Aparat lainnya untuk mengungkap kejahatan narkoba.

Namun, ning level masyarakat kelas cilik, penyamaran biasane dilakukan sangat rapi dengan tujuan motif ekonomi, atau mencari keuntungan sesaat.

Di Semarang, detektif Bang Jo berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di sebuah Gedung DPRD Jawa Tengah Jalan Pahlawan Semarang. Dari informasi awal, disebutke eneng aksi penyamaran dengan tujuan untuk memperkaya diri pada hari Kamis 31 Agustus 2017 di sebuah ruang rapat Pimpinan Dewan lantai 1.

Peristiwa kui dilaporke seorang PNS lingkup Gubernuran sing merasa dirugikan.

Pas hari itu sekitar pukul 09.00 WIB, Bang Jo yang sudah stand by on time di Basecampnya wakil rakyat itu untuk melakukan lidik. Di area lantai 1, ruang rapat Pimpinan Dewan tengah digelar diskusi soal “SMA Mahal” oleh rekan-rekan wartawan.

Bang Jo pun mulai bertanya-tanya, apa hubungannya info penyamaran itu dengan acara diskusi ini? Opomeneh disebut penyamaran itu untuk memperkaya diri. Bang Jo akhirnya memberanikan diri mengikuti diskusi itu dengan tujuan Lidik.

Sekitar 1 jam berada di ruang rapat Pimpinan Dewan tempat diskusi, Bang Jo tak mendapatkan petunjuk apapun. Tanpa disangka, beberapa kotak kardus dibagikan oleh pihak Panitia, kepada peserta diskusi. Bang Jo jadi ingat kardus berisi uang yang disita KPK dari para koruptor. Cuman sing iki bentukke rodok cilik.

Tanpa ba-bi-bu, satu kardus langsung direbut BangJo dan dibawa keluar ruangan. Dan ternyata benar, di dalam kardus tersebut ada “barang” yang menyamar untuk memperkaya diri. BangJo pun langsung mengamankannya sebagai barang bukti.
Kepada masyarakat, Inilah bentuk barang yang disamarkan oleh pelaku untuk memperkaya dirinya. Untuk itu masyarakat dihimbau berhati-hati.

Tahu menyamar Arem-arem. (Foto : Aji Srengenge)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here