Tomi punya cara sendiri untuk membalas perlakuan Vera yang menolak cintanya. Agak kejam.

“Saya akan datang ke pernikahan Vera. Saya akan Shah Rukh Khan acara pernikahannya biar gagal,” begitu bunyi pesan WhatsApp yang dikirimkan Tomi kepada Novi. Tentu saja, dunia persilatan bisa geger kalau sampai terjadi.

Bukan rahasia lagi, Tomi dulu pacar Vera, dari sebelum Jokowi menjadi walikota sampai menjadi Presiden. Namun karena suatu sebab, keduanya putus.

Begitu Novi menerima WhatsApp Tomi, dia langsung telepon Tomi. “Jangan begitu, Tomi. Kamu harus relakan dia.”

Nggak usah sok menasehati. Ke mana kamu, sebagai temanku, saat aku dan Vera ada masalah?”

“Kan aku nggak ingin mencampuri urusan kalian..” kata Novi.

“Makanya, ini urusanku dengan Vera. Kamu nggak usah turut campur.” jawab Tomi menegaskan keputusannya.

“Tapi kan acara pernikahan itu, dihadiri banyak orang. Apa kamu nggak kasihan sama Vera? Dia bisa malu.”
Krp! Telepon ditutup.

Novi masih teriak-teriak, “Tom! Tomi! Woo.. Asu.”

Novi sudah merekam percakapan itu. Instingnya sebagai kawan yang solider dan punya semangat anti penindasan terhadap perempuan, ternyata benar. Biarpun nggak ngerti apa masalah sebenarnya, antara Tomi dan Vera, ternyata Novi membela Vera.

Novi segera broadcast rekaman percakapan itu kepada kawan-kawan Tomi dan Vera, yang sedang persiapan mau OTW ke acara pernikahan Vera.

Novi merapat. Sepanjang jalan terjadi percakapan di dalam mobil carteran, saat OTW ke pernikahan Vera.

“Gawat ini. Tomi orangnya nekat. Kalau dia menjadi Shah Rukh Khan di acara pernikahan Vera, kacaulah dunia persilatan,” kata Mas Broni.
“Shah Rukh Khan bagaimana?” tanya Gembul.

Mas Broni menjelaskan, “Ya kayak film India itu. Shah Rukh Khan datang di acara mantannya, terus pidato singkat. Sang Mantan akan mewek dan terkesima. Terus terjadi baku hantam, lalu Sang Mantan akan lari kepadanya, berpelukan, dan yang jadi menikah justru Shah Rukh Khan.”

“Apanya yang mengkhawatirkan? Kalau pidato dan bikin orang terkesima kan wajar.” ujar Gembul.

“Mengkhawatirkan semua. Bagaimana kalau yang terjadi justru sebaliknya? Misalnya, Tomi ternyata nggak bisa pidato? Malah diketawain orang banyak. Atau ternyata saat baku hantam dia dibawa ke kantor polisi?” tanya Mas Broni.

Novi menghentikan chatnya. “Tomi itu tadi pas nelpon aku, sambil mabuk.”
Broni dan Gembul saling berpandangan, “Gawat! Shah Rukh Khan…”

Novi ternyata sedang menelepon Tomi. Panggilan diterima.
“Tom.. kamu di mana?” tanya Novi. Yang ditanya belum juga menjawab. “Tomi.. kamu jangan nekat ya.. sekarang kamu di mana?” tanya Novi dengan ekspresi kesemutan.

Dengan suara berat, terdengar Tomi menjawab, “Aku.. di hati Vera.”
“Maksudku, sekarang kamu di mana? Share loc ya..”
“Low bat. Nggak ngerti caranya share loc. Aku lagi di acara pernikahannya Vera. Dia tampak cantik sekali.”

Telepon mati. Mungkin karena Tomi nggak bawa power bank.

Mendengar jawaban Tomi yang sudah di-speaker itu, Broni dan Gembul melongo. Benar-benar gawat keadaannya.

Novi menghubungi Vera. Tidak ada jawaban. Mungkin dia sedang berdandan atau nggak bawa hape.

Shah Rukh Khan akan beraksi. Tomi akan berdiri, dengan mata setengah-redup karena mabuk. Lalu saat penghulu bertanya kepada para hadirin, “Bagaimana, para hadirin? Sah?”, seseorang akan berteriak lantang, “Tidak sah!”.

Orang itu adalah Tomi. Dia terkenal pintar berpidato. Cerita antara Tomi dan Vera, akan diungkap dalam versi singkat, dalam kemarahan Tomi.

“Bagaimana kalau sampai Tomi menjadi Shah Rukh Khan?” tanya Novi kepada Gembul dan Broni.

Kalau menurut perhitungan matematika, Tomi nggak mirip sama sekali dengan Shah Rukh Khan. Tomi orangnya polos (ini artinya: nggak terlalu ganteng) sedangkan Shah Rukh Khan orangnya ganteng.

Shah Rukh Khan pintar menggoda, bisa membuat seorang perempuan bertekuk lutut hanya dengan perhatian kecil, sementara Tomi saat mendekati Vera justru sebaliknya. Shah Rukh Khan bisa menangis sambil tertawa untuk menutupi kesedihannya, Tomi sebaliknya.

Novi membayangkan, seperti apa pidato Shah Rukh Khan nanti.
“Tunggu! Saya ingin berbicara sebentar kepada kedua mempelai. Hai, lelaki yang menjadi kekasihnya kekasihku,” kata Tomi dengan gaya India romantis,

“Aku ingin bicara kepadamu. Tahukah kamu siapa calon isterimu ini? Dia adalah kekasihku.. Dan aku datang ke sini untuk mengucapkan -Selamat- kepadanya. Dulu kami biasa menonton film bajakan bersama. Kadang India, kadang Korea, karena film Indonesia nontonnya harus di bioskop. Edisi tayang-ulang di televisi, baru setahun kemudian..”

Pidato yang ngacau karena mabuk, pasti akan merusak suasana.
Vera orangnya cantik. Tidak ada yang tahu siapa suami Vera, pasti memilih Vera karena punya bodi dapur (bokong gedi, dada siap tempur). Apalagi kalau sudah dipermak pakai pemutih dan rajin minum jamu. Sang Suami pasti akan cemburu dan marah berat. Bisa-bisa Vera terjebak dalam pertikaian beruntun akibat peristiwa yang hanya berlangsung sebentar itu.

Sebuah pidato. Entah sesuai fakta atau tidak, kalau sudah didengarkan, artinya bisa menjadi pembahasan panjang. Apalagi pidato dari seorang mantan. Tomi. Yang nggak mirip Shah Rukh Khan sama sekali.

Apalagi kalau misalnya Tomi memakai kata, “pribumi..”. Pidato pakai kata “pribumi”, yang nggak sesuai Inpres (Instruksi Presiden) tahun 1998, bisa bikin mantan menteri di-bully dan dipertanyakan kapabilitasnya. Apalagi Tomi yang mabuk dan hanya berstatus mantan Vera.

Apalagi kalau belum selesai pidato, Tomi sudah digaruk dan diamankan, karena mengacaukan suasana.

Apa yang terjadi dengan make-up Vera, kalau sampai Vera menangis? Bisa lama dia harus edit fotonya pakai aplikasi gratisan. Dan kacau para follower Instagram Vera. Semoga Tuhan melindungi para follower Vera.
Novi terhenyak dari lamunannya.

“Kita harus mencegah Tomi berpidato..” kata Vera.

“Caranya bagaimana?” tanya Gembul.

“Apalagi hapenya off. Coba telepon kawan-kawan kita yang sudah ada di situ.” kata Mas Broni.

Novi yang sudah terlatih chat dan screenshot sana-sini, tetap lincah untuk mengontak semua kawannya.

Rombongan sepeda motor, yang juga OTW ke acara itu, malah tampak sedang kebanan, dengan status, “Kebanan..”. Mereka belum sampai. Keluarga Vera, ditelepon nggak ada yang ngangkat. Rombongan mantan Vera yang nggak kesampaian, malah tampak sedang membayar karangan bunga bertuliskan, “Dari aku yang pernah memimpikanmu.. (Aliansi Penunggu Janda Vera)”.

Duh, ini juga akan bikin adegan Shah Rukh Khan semakin mungkin terjadi.
Tiba-tiba, ada panggilan masuk dari Vera, dengan PP (profile picture) dia sedang pakai masker. Telepon tersambung.

“Ada apa, Vi?” tanya Vera.
“Gawat! Acaramu sudah mulai?”
“Belum. Ini lagi mau pakai baju.. Menikah itu ribet ternyata..” kata Vera.
“Tomi..”
“Tomi kenapa?”
“Dia mau Shah Rukh Khan acara pernikahanmu.”
“Maksudnya!?”
“Dia mau menggagalkan acara pernikahanmu. Dia sudah di situ. Katanya, tadi dia lihat kamu.. Coba, kamu minta orang untuk nyisir.. Orangnya lagi mabuk. Bahaya, Vera. Cepat cari..”

Vera meminta Novi tenang, “Okay. Aku akan minta orang untuk nyari Tomi. Jadi, Tomi sudah di sini? Dan dia mau ngacau di acara pernikahanku, gitu?”
Novi, Broni, dan Gembul, serempak menjawab, “Iya!”

Krp! Novi bernafas lega. Broni dan Gembul saling-berpandangan.

Lalu, apa yang terjadi, pemirsah? Apakah Tomi akan berhasil menjadi Shah Rukh Khan?
Kali ini, benar-benar tidak ada jawaban.

Rombongan sepeda motor, terlihat dari status WA, sudah melanjutkan perjalanan. Barisan para mantan sepertinya ada di belakang rombongan sepeda motor. Mobil carteran yang ditumpangi Vera, Broni, dan Gembul, berada paling depan.

Sampailah mereka pada saat membingungkan, ketika sampai di pertigaan.
Jalan ke kiri, ada janur kuning melengkung. Mobil masuk. Sekitar 200 meter (ini cuma perkiraan, biar kesannya agak panjang mereka melaju) Novi mulai ragu..

“Gembul, kayaknya ini bukan ke arah rumah Vera. Cepat putar balik. Aku pernah ke rumah Vera. Berarti harusnya tadi ngambil yang kanan..”

Mobil diputar-balik arahnya.
Aneh, kenapa tidak ada janur melengkung ke arah rumah Vera? Novi yang bawaannya curigaan sejak SMP itu, melihat, apakah ada seseorang yang sudah mengubah lokasi bambu dan janur melengkung? Tidak ada bekas bambu dicabut. Jalan masih bersih.Tidak ada tanda-tanda Shah Rukh Khan.

Begitu sampai di depan rumah Vera, tampak orang-orang sudah ramai berkumpul, berdandan rapi, berpasang-pasangan, dan suasana khidmat telah menyelimuti langit rumah Vera.

Novi langsung bagi-tugas. Sebagai mantan pimpinan regu Melati di pramuka, dia segera ngasih instruksi kepada Mas Broni dan Gembul.

“Kita bagi tugas. Aku nyari Tomi. Gembul menghubungi pihak keamanan. Dan Mas Broni tolong merapat di dekat pengantin, jaga-jaga kalau Tomi nekat menyerbu.

Ingat, kita tidak tahu seberapa kekuatan Tomi. Dan bagaimanapun, Tomi juga teman kita. Lumpuhkan, jangan tembak di tempat. Berikan kesan kepada publik kalau tidak terjadi apa-apa. Kita melakukan ini secara diam-diam. Kalian paham?”

Ternyata Mas Broni dan Gembul sudah setengah-jalan. Bagus. Operasi pencarian Tomi dimulai.

Vera sudah duduk di dekat Bapaknya. Ada penghulu, mempelai lelaki, dan saksi.
Gembul sudah keliling bersama dua orang berbadan kekar. Novi menyisir lokasi. Mas Broni berdiri di dekat lokasi ijab.

Tomi belum ditemukan.

Ijab dilakukan. Berjalan lancar, tanpa ada halangan, tanpa ada Shah Rukh Khan.

Tiba-tiba.. tepat setelah ijab, datanglah rombongan para mantan yang membawa karangan bunga, serta rombongan 13 sepeda motor yang sudah parkir rapi.
Novi masih terheran-heran, bagaimana bisa mereka tidak menemukan Tomi? Jangan-jangan..

Novi mendekati Mas Adit, kawannya, yang sedang sibuk memotret kedua mempelai yang memamerkan buku nikah mereka. Mirip artis saja gayanya. Demi para follower tercinta di Instagram.

Novi berbisik, “Mas Adit, tadi lihat Tomi, nggak?”

“Nah, itu dia anehnya. Vera menikahnya sama siapa, sih?” katanya sambil menikmati es puter. “Tadi saya dan rombongan motor sempat tersesat, pas belok di pertigaan, ada janur kuning. Ternyata bukan rumahnya Vera.

Tapi sempat dapat foto keren lho. Lihat ini.. ada cowok marah-marah.. ini.. yang pakai baju biru. Kelihatannya sih, dia sedang mabuk. Mantannya mungkin ya.. Ini juga, foto dia sedang diamankan sama hansip. Kayaknya pernah ketemu orangnya.. bareng Vera. Kasihan, dia datang mabuk, membalik kursi dan ngomong nggak jelas. Nangis, lagi. Terus diamankan.”
Wajah Novi speechless saat melihat foto-foto Mas Adit, “Ini Tomi!” (Putra Khoirudin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here