Ilustrasi8

Plak! Plak! Plak! Suara misteri terdengar dari ruangan sebelah kantor detektif swasta sejak sebulan terakhir, khususnya pada malam hari. Tepatnya sejak musim hujan telah tiba.

Penasaran, detektif swasta bangjo pun menyelidiki kasus yang mengganggu mimpi indah kui.

Eng ing eng, misteri terpecahkan! Ternyata suara itu adalah tepukan tangan pemburu nyamuk Aedes Aegypty.

Takut terkena Demam Berdarah Dengue (DBD), detektif pun mencari sejumlah taktik menyingkirkan nyamuk pada tetangganya sesuai anjuran Kementrian Kesehatan. Dadi rasah kuatir, trik iki asli data seko pusat.

Bukane nganggo obat nyamuk atau difogging trik iki justru simpel lan gampang. Ra perlu di asap i koyo mangut.

“Fogging itu tidak efektif, hanya mematikan nyamuk dewasa. Paling efekrif ya 4M, menguras, menimbun, membuang san mendaur ulang,” jare Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo di rumah dinasnya beberapa waktu lalu pas ngobrol karo detektif

Tapi cara kui ra cocok kanggo Bangjo. Soale sibuk kerja kadang yo luar negeri barang.

Akhirnya, berbekal taktik perang ala Tiongkok, 36 strategi dari langit, Detektif Bangjo menerapkan strategi ke 35 yaitu Ikat seluruh kapal musuh secara bersamaan.

MODYAR RAK KWE..

Berdasarkan informasi intelijen tentang tingkah polah nyamuk Aedes Aegypti yang resmi diperoleh dari Dinas Kesehatan Jateng, Detektif Bangjo punya ide luar binasa. Yaitu Ternak Nyamuk! Loh?

Berdasarkan penelitian, ternak nyamuk efektif mencegah DBD. Cara itu efektif mengurangi populasi nyamuk dalam tempo sebulan.

Caranya? Cari sudut rumah yang jadi tempat favorit nyamuk, contohnya di dekat lemari es atau dispenser.

Taruh baskom sing biasa kanggo umbah-umbah atau tempat untuk menampung air bersih dan biarkan selama lima hari hingga enam hari.

Setelah lima hari muncul jentik nyamuk. Lalu, saring jentik nyamuk untuk dimusnahkan dengan cara dibuang atau dipanaskan.

“Nyamuk suka berkembang biak di air yang sama, karena itu biarkan saja,” kata sumber intelijen Detekrif swasta

Lakukan hal itu setiap lima hari atau enam hari sekali. Biasanya pada minggu keempat atau kelima, populasi nyamuk berkurang dengan sendirinya.

“Kalau bisa tempatkan empat baskom sekaligus atau lebih agar lebih efektif menghilangkan populasi nyamuk,” tambahny.

Ia berujar cara out of the box itu terbukti bisa mengurangi resiko DBD, apalagi jika dilakukan secara masif di setiap rumah.(duto pangestu)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here