Tradisi unik yang dibawa oleh pendatang dan mencuri perhatian publik di Kota Semarang itu adalah tradisi berbuka puasa dengan menu bubur India. Tepatnya di Masjid Jami’ Pekojan Semarang Jalan Petolongan 1, Kelurahan Purwodinatan, Semarang Tengah. 
Jejak para saudagar muslim dari India-Pakistan di Semarang memang sangat kenthal. Bahkan nama Kampung Pekojan itu berasal dari kata ‘Khoja’, sebuah kota di perbatasan India dan Pakistan. Kampung ini didominasi warga keturunan India-Pakistan. 

Pada mulanya, orang-orang India-Pakistan ini melakukan ekspansi di wilayah Indonesia untuk keperluan berdagang dan menyebarkan agama Islam. Tetapi lama-kelamaan justru mereka betah tinggal dan berkeluarga di Indonesia sampai sekarang. 

Warga India-Pakistan ini menjadi salah satu etnis pendatang selain Arab, dan Tionghoa, yang sama-sama membawa tradisi masing-masing di Semarang. 
Salah satu tradisi setiap bulan Ramadan adalah berbuka puasa dengan menu bubur India secara gratis. Ini menjadi tradisi unik karena, konon, bubur India ini telah dilakukan turun temurun lebih dari 200 tahun silam. 

Kali pertama, tradisi ini diperkenalkan oleh rombongan musafir asal Gujarat India yang singgah di Semarang. Terpusat di masjid yang berdiri di tanah wakaf Khalifah Natar Sab asal Gujarat, masyarakat sekitar berbondong-bondong ke masjid tersebut menyambut buka puasa dengan mencicipi lezatnya bubur India. 

Bubur India ini sebenarnya berbahan dasar beras seperti jenis bubur-bubur lainnya. Tetapi bumbunya memuat beraneka ragam rempah-rempah, seperti loncang, seledri, kayu manis, jahe, daun salam, daun pandan, bawang bombay, kayu manis, cengkeh, kelapa, lengkuas, serai dan lain-lain. 

Ada dua jenis santan yang digunakan, yakni kental dan cair. Santan cair untuk menyatukan ramuan dengan beras. Sedangkan santan kental untuk memerkuat rasa gurih. Hal yang menjadi ciri khas unik, adalah cara memasaknya menggunakan metode tradisional yakni tungku dan kayu bakar. 

Menu ini sangat menghindari teknik memasak gaya moderen seperti penggunaan kompor gas. Sebab, dikhawatirkan memengaruhi rasa khas dari bubur India ini. Direbus dalam waktu kurang lebih 3 jam, menggunakan alat mirip tong dalam porsi besar, paduan aneka rempah ini memunculkan aroma yang menggoda. 

Perkembangannya, bubur India ini diinovasi dengan menu lainnya. Biasanya dipadu dengan sayur tahu, gulai kambing, lodeh, atau sop. Sebagai pelepas dahaga disediakan air putih dan teh manis, serta tak ketinggalan kurma. Mau coba? (Foto Gholib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here